|
Menabung Di Facebook,
menurut saya nominal uang adalah berbanding lurus dengan manfaat yang
dapat diperoleh dari jumlah nominal uang tersebut. Artinya ketika jumlah
uangnya sedikit, maka manfaat yang dapat diperoleh dari sejumlah uang
yang sedikit tersebut juga kecil, sebaliknya jika jumlah uang yang
sedikit tersebut disimpan sedikit demi sedikit sehingga berjumlah
banyak, maka manfaat yang dapat diperoleh juga menjadi besar. Seperti
kata pepatah, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.
Yang jelas secara awam saya memberikan penafsiran yang mudah seperti itu. Artinya manfaat dari uang yang sedikit-demi sedikit kita kumpulkan, setelah terkumpul dalam jumlah yang besar, manfaat yang diperoleh juga menjadi lebih besar. Untuk mengumpulkan uang dengan cara seperti itu kita sebut dengan menabung, apakah menabung di celengan, bank dsb.
Kali ini saya ingin
mengajak sobat kembali ke facebook, karena saya ingin bercerita tentang
menabung di facebook. Apakah mungkin ? Bukankah Facebook bukan lembaga
keuangan. Mungkin saja, tetapi yang saya ingin ceritakan kepada sobat
sekalian adalah menabung pahala dan dosa melalui media jejaring sosial
yang sangat trend saat ini, Facebook.
Dalam sebuah hadits yang mulia Rasulullah Sallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda : “ Barang
siapa mengajak kepada jalan yang baik, maka ia mendapat pahala sebanyak
pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala
mereka sendiri” (HR Muslim dari Abu Hurairah).
Ketika seseorang menuliskan status yang mengajak kepada kebaikan dan kebenaran, berisi nasehat dan manfaat, maka selama akun yang bersangkutan masih aktif, dan status tersebut dibaca oleh publik, dan ada 1 atau 2 orang bahkan lebih yang terinspirasi dan termotivasi untuk ikut dalam ajakan kebaikan dan kebenaran tersebut, maka insyaAllah, pahala dari nasehat yang baik tersebut akan terus mengalir kepada si pemilik status meskipun pemilik akun tersebut telah tiada, atau meninggal dunia. Ini yang salah satunya disebut dengan ilmu yang bermanfaat. Ibarat MLM, jumlahnya akan terus berkembang dan berkembang.
Sebaliknya coba sobat
renungkan, jika status facebook berisi sumpah serapah, gunjing, ghibah,
menghina orang, membuka aib sendiri, memancing orang lain bermaksiat,
memposting gambar-gambar yang tidak senonoh yang dilarang syariat, maka
selama itu pula, mata orang yang melihat, memberi tanggapan berupa
gunjing gibah dan bukannya menasehati, terinspirasi untuk ikut terlibat
didalam maksiat tersebut akan menghasilkan dosa secara terus menerus
tiada henti, meskipun sang pemilik akun telah meninggal, tetapi karena
akunnya tidak dihapus, maka kemaksiatan tersebut akan terus memanen
dosa, Wallahu A'lam. Apalagi akun juga di beri kata sandi sehingga hanya
sepemilik akun yang mengetahui dan dapat mengakses wallnya.
Misalnya ada seorang
wanita yang membuat status "Malam-malam dingin begini, enaknya ngapain
ya ?", status seperti ini akan memancing tanggapan-tanggapan nakal, dan
ini adalah perkara yang mengajak kepada maksiat. Atau status yang
seperti "Hmmm, misua nggak dirumah, kesepian deh". Tanggapan miring juga
akan datang. Dan hal itu terekam didalam database sistem selamanya
sampai sistem facebook atau akun ini belum ditutup.
Nah sobat, kelihatan
sederhana, orang akan beranggapan, ah ini hal sepele, kok
dibesar-besarkan sih ? Kan cuma buat asyik-asyikan saja.
Ah, kok ribet amat sih ? Ingat sobat, banyak sudah orang yang tersesat karena hal-hal kecil. Ibarat menabung, kita akan memanen pahala atau dosa dalam jangka waktu lama. Sekarang terpulang kepada kita, apakah kita akan menabung pahala atau dosa di facebook ? Ariflah memilih. Semoga bermanfaat. |
Sabtu, 28 Juli 2012
nabung di facebook..???
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

SUPERR ..!!!
BalasHapussalam super,,, boy
Hapus